HOME   |   CHARACTERS   |   CONTACT US   

WAYANG GOLEK
Anoman
Anterja
Arjuna
Aswatama
Bambang Kaca
Bayu
Bima
Cepot
Dawala
Gareng
Gatotkaca
Guru
Jakatawang
Kresna
Kumbakarna
Nakula
Prahasta
Rahwana
Rama
Sadewa
Semar Badranaya
Yudistira

DELIVERY BY

PAYMENT BY

New Original VCD
VCD Original
www.KAPALAY.com



indonesia indonesian bali jawa barat bandung sunda sundanese wayang golek asep sunandar sunarya art statue puppet ramayana mahabrata semar cepot dawala rahwana kresna



Sastrajingga alias Cepot adalah anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Semar Badranaya dan Sutiragen (sebetulnya Cepot lahir dari saung). Wataknya humoris, suka banyol ngabodor, tak peduli kepada siapa pun baik ksatria, raja maupun para dewa. Kendati begitu lewat humornya dia tetap memberi nasehat petuah dan kritik.

Lakonnya biasanya dikeluarkan oleh dalang di tengah kisah. Selalu menemani para ksatria, terutama Arjuna, Ksatria Madukara yang jadi majikannya. Cepot digunakan dalang untuk menyampaikan pesan-pesan bebas bagi pemirsa dan penonton baik itu nasihat, kritik maupun petuah dan sindiran yang tentu saja disampaikan sambil guyon.

Dalam berkelahi atau perang, Sastrajingga biasa ikut dengan bersenjata bedog alias golok. Dalam pengembangannya Cepot juga punya senjata panah. Para denawa (raksasa/buta) biasa jadi lawannya.

Sastrajingga merupakan tokoh panakawan putra Semar Badranaya.

Sastra adalah tulisan. Jingga adalah merah. Si Cepot adalah gambaran tokoh wayang yang mempunyai kelakuan buruk ibarat seorang siswa yang mempunyai rapot merah.

Namun demikian ia sangat setia mengikuti Semar kemana saja dia pergi.

Kehadirannya dalam setiap pagelaran wayang golek sangat dinanti-nanti karena kekocakannya. Asep Sunandar Sunarya menjadikan si Cepot sebagai kokojo / tokoh unggulan pada setiap pagelaran. Bahkan tanda tangan Asep Sunandar ditulis atas nama Cepot.

- (wayanggolek.net) -



Cepi
Contact Person

Jika Anda menyukai website ini,
silakan klik iklan di bawah.